Sebuah perselisihan telah terjadi antara Intel dan Nvidia. Intel telah menyampaikan tuntutan resmi dan akan mencabut lisensi Chipsetnya dari tahun 2004, yang selama ini diberikan kepada Nvidia.
Di hadapan Court of Chancery di Delaware, Nvidia dituntut oleh Intel. Sebenarnya, ini merupakan cerita lama: Apakah Nvidia boleh terus menggunakan paten Intel untuk menerapkan chipset-chipset dan graphic-chips yang terintegrasi untuk system Core-i7?
Di tahun terakhir, Nvidia begitu getol menggarap grafik terintegrasi. Teknik-teknik dan produk-produk seperti SLI, CUDA, ION, ternyata, menjadi konkuren dengan Intel. Tetapi sekarang, Intel tidak lagi ikut serta dalam proyek Nvidia itu dan telah menginformasikan sejak tiga pertengahan tahun lalu, bahwa linsensi Intel berlaku hanya untuk chipset-chipset processor tanpa “Storage Controll” yang terintegrasi – jadi tidak bagi sistem-sistem berikutnya, yang diterapkan pada Intels Core-i7- CPU; Intel telah mengimport pada mereka storage control QuickPath Interconnect. Mulai 2010, Nvidia dapat kembali ke pasar dengan chipset yang sesuai untuk processor-processor Core-i7.
Sekarang, Intel mau memastikan secara hukum, apakah perjanjian itu berlaku juga untuk processor-processor yang baru – dan berharap, bahwa hal yang sama tidak terjadi. Bagaimana pun juga, Intel telah mengumumkan di pertengahan Februari, untuk mengucurkan dana sebesar US$ 7 miliar untuk penyelesaian dari processor-processor dengan struktur 32 Nanometer. Dari proyek tersebut akan diproduksi Intels Hybrid-CPU pertama yang terintegrasi dengan unit grafik. Dengan Intels Hybrid-CPU, jelas akan menjadi konkuren bagi Nvidia.
Sebaliknya, bagi Nvidia, kasus ini sudah jelas: “Kami yakin, bahwa lisensi kerjasama kami tetap berlaku”, jelas presiden Nvidia, Jen Hsung Huang. Debat antar CEO dengan Intel bukanlah hal pertama kali terjadi dan mempergunjingkan cerita lama. “Inti dari perkara ini sebenarnya adalah, bahwa masa CPU sudah kadaluwarsa, dan sekarang waktunya berganti dengan GPU. Ini merupakan sebuah percobaan untuk mengekan inovasi supaya melindungi pasaran CPU yang menurun”, kata Huang lebih lanjut.
Sabtu, 21 Februari 2009
Intel Adukan Nvidia Soal Chipset
Dual-Core Baru dari AMD
Processor AMD akan memproduksi Dual Core baru, demikian berita seperti yang dilansir tomshardware.com. Rencananya, processor ini akan dipasarkan mulai quartal kedua. Processor ini berhubungan dengan Quad Core Phenom.
Seperti yang diberitakan oleh situs Hexun, AMD memberi nama processor Dual Core-nya dengan sebutan “Callisto”. Processor ini memiliki besaran 6 MByte Level-3-Cache. Sedangkan, bentuk ukurannya adalah 258 quadratmilimeter. Dari criteria ini, industri insider berpendapat, bahwa Callisto masih berhubungan dengan Phenom-II. Jadi, dua core dimatikan pada Quad Core CPU – seperti yang AMD telah buat pada Triple Core CPU-nya. Dengan demikian, L3-Cache dengan 6 MByte sama dengan Deneb-Quadcore.
Menurut para pengamat, harga Callisto mestinya lebih murah dari pada Phenoms dengan 3 Core. Untuk pasaran di Eropa, satu processor AMD ini berkisar di bawah € 100.Intel Pertunjukkan Processor 32nm
Selain itu Intel juga memperlihatkan 'release table' untuk Nehalem dan Westmere, kedua processor yang menurut rencana akan mengaplikasikan teknologi 32nm.
Terobosan yang paling mengagumkan dari Nehalem dan Westmere ini adalah, keduanya akan mempunya 2 core, sebuah memory controller dan integrated graphics dalam satu processor. Subsystem graphics dilaporkan sangat flexible, sehingga memungkinkan switchable systems dalam implementasi.
Keterangan lebih lanjut mengenai released info Nehalem dan Westmere dari Intel yang menerapkan teknologi 32nm ini dapat Anda ikuti dari 'release table' di atas.(dna)
Perselisihan Istilah 'Netbook'
Selama ini, istilah 'netbook' merupakan sebutan untuk produk mini notebook. Akan tetapi, istilah tersebut perlu dikoreksi kembali, sejak perusahaan Psion mengklaim, bahwa ia telah menggunakan istilah netbook untuk produk-produknya sejak 1996. Dan dengan ini, Psion menuntut perusahaan-perusahaan netbook agar merevisi ulang pemberian nama untuk perangkat-perangkat mereka.
Terminus itu sendiri sebenarnya sudah lama melekat di dunia maya. Meskipun begitu, Psion tetap merasa keberatan, karena Psion sudah menggunakan sebutan netbook untuk organisasinya sejak tahun 1996 dan menerapkannya pada produk-produk notebooknya sejak tahun 2000.
Psion menyatakan, bahwa “branch-market”-nya telah dilanggar. Oleh karena itu, Psion akan mengajukan tuntutan kepada perusahaan-perusahaan, para penjual, dan website-website yang menggunakan istilah netbook untuk sebutan mini notebook.
Meskipun demikian, para produsen netbook tidak begitu menghiraukan peringatan Psion ini. Salah satunya adalah Dell. Dell sendiri malah akan mengajukan proposal kepada kantor pelayanan hak paten Amerika Serikat agar menghapus “branch-market” Psion tersebut. Alasannya adalah, bahwa Psion sudah tidak lagi memproduksi perangkat-perangkat seperti itu. Selain itu, registrasi sebuah merk hanya berlaku selama lima tahun. Sedangkan, Psion sudah tidak lagi menggunakannya sejak lima tahun.
Selama kasus ini belum pasti secara hukum, Wikipedia Jerman memilih untuk menjaga jarak dari terminus netbook. Sejak 12 Februari, Wikipedia.de telah menghapus jargon netbook dari kamusnya. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah Psion tetap boleh memegang nama tersebut sebagai “branch-mark”-nya, atau ia mengijinkan istilah tersebut sebagai jargon umum.
Sumber : Tomshardware.com/de/ (20/2/09)Vista Service Pack 2: Beta Edition
Walaupun banyak pihak meramalkan riwayat Windows Vista akan segera berakhir dengan kemunculan Windows 7 pada tahun 2010 mendatang, namun inovasi terhadap pengembangan Windows Vista tetap berlanjut. Jadi bagi para pemakai Windows Vista, berita peluncuran versi beta dari Windows Vista Service Pack 2 ini merupakan kabar baik. Microsoft memberikan versi beta dari Windows Vista Service Pack 2 ini secara bebas, sehingga para pemakai Vista dapat melakukan uji coba terhadap versi beta OS ini.
Microsoft meluncurkan Service Pack 2 sebagai update untuk Windows Vista yang telah diluncurkan 2 tahun yang lalu. Beberapa feature baru dalam Windows Vista Service Pack 2 ini antara lain adalah Windows Search 4.0 untuk proses pencarian file email, audio, dan image yang lebih efesien. Selain itu Vista Service Pack 2 ini juga telah mendukung standart tebaru bluetooth 2.1 dan memperbaharui feature koneksinya melalui Windows Connect Client yang manjanjikan kemudahan untuk konfigurasi wireless serta perbaikan dalam hal kecepatan WLAN setelah standby mode.
Windows Sidebar yang merupakan ciri khas Windows Vista juga sudah disempurnakan, sehingga gadget RSS hanya memerlukan resource sistem yang lebih sedikit serta memberikan reaksi yang lebih cepat dari sidebar sebelumnya. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan jika Anda ingin mencoba versi beta dari Windows Vista Service Pack 2 ini, bahwa tidak dianjurkan untuk mempergunakan versi beta ini untuk komputasi pekerjaan sehari-hari. Karena yang seperti Anda tahu, Vista Service Pack 2 ini masih dalam versi beta. (dna)